Pada 11 Mei 2024, enam orang diamankan polisi usai terlibat tawuran di Gang Aut, Kota Bogor. Dua bilah celurit dan sebilah pedang disita sebagai barang bukti. Tawuran ini terjadi dini hari, mencerminkan kesengajaan dan niat jahat para pelakunya. Di Rancabungur, tawuran pada 5 Juni 2024 menelan korban luka berat. Belasan siswa SMK diamankan polisi, namun peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tawuran bukan hanya melibatkan preman, tetapi juga anak-anak muda yang seharusnya duduk di bangku sekolah. Tragedi tak terhindarkan di Tanah Sareal pada 26 Februari 2024. Seorang pelajar meregang nyawa akibat luka bacok di bagian leher. Tawuran ini merenggut masa depan seorang pemuda dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Kejadian serupa terulang di Citeureup pada 4 Juli 2024. Dua warga terluka akibat lemparan batu dan sajam dalam tawuran yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Kasus di Bogor Utara pada 24 Maret 2024 berhasil dicegah oleh aparat kepolisian. Enam pemuda diamankan saat hend...
Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Salah satu program Warga Upadaya Bogor adalah program yang mendukung berlangsungnya pendidik...
YWU Perkuat Kapasitas Komunikasi Bersama ChildFund International di Indonesia 📅 Bogor, Maret 2025 – Yayasan Warga Upadaya (YWU) terus berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dalam mendukung transparansi program, memperkuat identitas organisasi, dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari penguatan kapasitas mitra, YWU berpartisipasi dalam Pelatihan Komunikasi bersama ChildFund International di Indonesia . Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi organisasi, memastikan konsistensi branding, serta memperkuat dokumentasi berbasis bukti ( evidence-based documentation ). 🔹 Tantangan & Urgensi Penguatan Kapasitas Komunikasi Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan oleh ChildFund, ditemukan beberapa tantangan utama dalam komunikasi organisasi mitra, seperti: 📌 Ketidakkonsistenan branding yang dapat mengurangi kejelasan pesan organisasi. 📌 Kurangnya dokumentasi berbasis bukti , yang memengaruhi efektivitas pelaporan damp...
Komentar
Posting Komentar
Terima Kasih Komentar anda. semoga menjadi masukan untuk kami. jangan lupa share ..